Cerita Pengantar Pemimpin

Cerita ini dimulai pada hari sabtu tanggal 25 oktober 2015. ya, itu adalah hari pelantikan kami diasrama wasaka II yang tercinta ini, seperti layaknya mahasiswa biasa, kami mengadakan acara ini dengan persiapan yang minim dan sangat mendadak. semuanya dipersiapkan hanya dalam waktu satu minggu, mulai dari pencarian lokasi dan perizinannya, masalah dana juga masalah konsumsi dan segala perlengkapan acara ini, tentu saja banyak suka dan dukanya dalam persiapan ini, hehehe….. tapi entah kenapa hal itu terasa biasa bagi kami. oh iya, maaf saya sampai lupa memperkenalkan angkatan kami, angkatan kami, angkatan 2014 ada empat orang saja yakni ahmad ardiansyah (ardi), abdur rohim (rohim), rahmat, dan tentu saja saya sendiri achmad fatikhul arifin (arifin).

Kami bersama beberapa pengurus dan warga asrama berangkat ke loakasi acara pelantikan sekitar pukul 14.00, awal perjalanan terlihat lancar lancar saja, tetapi ternyata ada sesuatu hal yang sangat penting yang ketinggalan dan itu adalah surat perizinan tempat untuk acara kami sehingga kamipun berhenti ditengah jalan tetapi untung saja ada pengurus yang membawa motor yang ikut, sehingga kamipun minta tolong untuk memimjam motor dan mengambil surat yang ketinggalan dan konyolnya yang mengambil surat itu adalah ardi, padahal dialah yang tau jalan menuju lokasinya. Sebenarnya dari pengurus pernah ke lokasi yang akan kami kunjungi tapi itu sudah lama, sekitar dua tahun yang lalu jadi kakaknya agak lupa dengan jalannya sehingga kamipun berhenti sejenak untuk menanyakan jalannya.

“maaf mas mengganggu boleh numpang nanya arah ke waduk karang intan itu ke arah mana ya?” tanya kak ikhsan.

“maaf mas saya kurang tahu, saya kan juga mau kesana…..” jawab rohim dengan muka tak bersalahnya. Hahahaha, maaf Cuma bercanda…….

Alhamdulillah, meskipun banyak kendala dan kejadian dalam perjalanan kami akhirnya sampai juga di lokasi. Ketika tiba kamipun langsung membagi tugas ada yang mengantar surat perizinan dan ada yang membangun tenda.srtrlah pembangunan tenda kamipun memask untuk makan malam.

Pada malam harinya kamipun melakukan pembukaan resmi acara kami, yakni “pelantikan anggota baru asrama wasaka II” dalam pembukan ini ada acara yang cukup menarik, yankni masing masing dari kai harus mempersembahkan suatu hiburan kepada kakak kakak dan tamu yang datang. Kebetulan dari kami sendiri tidak ada persiapan jadi kami tampil apa adanya atau autodidak penampilan pertama dari rohim yang menampilkan standup komedy, lumayan, cukup menghibur, penampila kedua dari ardi, penampilannya membosankan, karna dia hanya bernyanyi dan dengan suaranya yang seperti itu, bisa di bayangkan kan? (janga dibayangkan). Kemudian disusul oleh rahmat, rahmat lumayan meghibur, dia bernyanyi sambil bermain gitar, ya, diamemang cukup pintar bermain gitar, ditambahlagi dia juga membuka seson request, jadi hampir semua yang hadir ikut bernyanyi. Dan yang terakhir adlah saya sendiri, saya menunjukkan bakat terbaik saya, yakni standup komedi, yang mampu membuat kaka kakak asrama dan temen teman terdiam, tak ada yang tertawa sedikitpun karena sangat tidak menarik dan tidak lucunya penampilan saya, jadi mau nggak mau saya pun harus tertawa (mentertawakan kegagalan) “supaya tidak hening”. Setelah acara selesai kami pun tidur.

“Bangun………….”

“Bangun…………..”

“Bangun…………”   (teriak kakak kakak asrama sambil berusaha merobohkan tenda)

kurang lebih seperti itu, inilah acara inti dari kegiatan ini yang biasa disebt jurit malam, dimana dalam jurit malam ini kami akan kembali dievaluasi dan diberikan nasehat serta petuah – petuah untuk kebaikan asrama yang akan datang, Acara ini selesai kira kira pukul 08:00 WITA. Kamipun langsung memasak dan mempersiapan sarapan, kemudian kami sarapan pagi bersama dengan kakak – kakak asrama. Setelah itu ada agenda yang tidak kami duga yakni evalusi hasil jurit malam, dan parahnya bisa dibilang kami semua gagal, dan kamipun mendapat hukuman yang kemudian diikuti dengan skenario pelantikan. Dan akhirnya kami dinyatakan lolos dan dilantik menjadi warga asrama, kamipun melakukan ritual khusus yakni mandi bersama di sungai dengan kakak – kakak asrama.

Setelah semua rangkaian acara tadi selesai kamipun beres – beres dan bersiap untuk pulang, tetapi karena mobil penjemputnya datangnya masih lama, kamipun bisa beristirahat, setelah menunggu cukup lama mobilpun dantang dan kamipun akhirnya pulang dengan rasa lelah tetapi juga bahagia.

Keluarga Kecil Asrama Ku tercinta di Hari Nan Fitri

Idul fitri merupakan hari besar umat islam dimana kebanyakan umat muslim merayakan hari besar ini dengan keluarga besar. Hari besar ini merupakan ahri penuh kemenangan yang mana setelah satu bulan menahan nafsu. Setelah ramadhan inilah hari besar yang paling di tunggu – tunggu semua umat muslim di dunia ini. Hari dimana terbuka lebar pintu pengampunan hingga manusia di belahan bumi ini di angkat dosa – dosanya dan kemudian kembali fitri atau suci. Hari besar ini dirayakan dengan hikmat dan begitu meriah di belahan dunia. Sorak – sorak dan kumandang suara takbir seakan bernyanyi – nyanyi menghiasi hari besar tersebut. Setiap daerah merayakannya dengan berbagai cara mulai dari pawai, bertakbir keliling dan tak lupa juga berzakat. Karena malam itu merupakan hari raya idul fitri yang sangat di agungkan.

Tak ada bedanya dengan asrama wasaka II yang mana merayakannya dengan penuh kebahagiaan dan antusias yang amat besar. Meski kebanyakan penghuni asrama pulang ke kediamannya masing – masing namun masih ada penghuni asrama yang setia berdiam di asrama guna merayakan hari besar ini bersama keluarga kecilnya. Meski bukan dengan keluarga sebenarnya tapi disini kami sangat bahagia karena disini merupakan kediaman pertama kami disini. Kurang lebih delapan orang yang masih tetap tinggal di asrama dan menjalani hari besar ini bersama keluarga kecil. Dari sekian penghuni disini berbahagia tinggal karena kami tidak mau meninggalkan keluarga asrama yang tidak bisa pulang kampung dikarenakan biaya. Namun disini pun sangatlah berkesan bagi kami karena pada malam idul fitri kami berkumpul bertakbiran hingga larut malam. Sesudah itu pun kami pun masih tetap bercanda gurau serta bercerita tentang kesan – kesan selama disini. Tak terasa sedikit demi sedikit dari kami mulai terlelap hingga keesokannya.

Paginya kami bergegas mandi dan berdandan tuk bersiap melangkahkan kaki menuju masjid untuk shalat Idul Fitri. Dengan berbusana muslim kami akhirnya berjalan bersama – sama menuju lapangan karena pengadaan shalat idul fitri ada di lapangan sehingga bisa muat ratusan orang bahkan ribuan orang. Setelah kami shalat kami tak langsung pulang keasrama karena tadi malam ibu RT mengundang kami untuk bersinggah sejenak di rumah beliau. Tanpa ragu setelah shalat Idul Fitri kami langsung menuju kediaman beliau. Namun di perjalanan kami bertemu beliau yang sedang menaiki mobil dan disapa serta di suruh masuk kedalam mobilnya. Tak lama kemudian kami sampai di kediaman beliau. Kemudian sampainya kami langsung di suguhi makanan nan banyak dan kami ditawari dan juga suruh menghabiskan. Tak lama kemudian teh datang, belum habis teh kami langsung di antar keruang makan dan dipersilahkan untuk menyantap makanan tersebut.

Serasa bagai menjadi raja kami disini, hingga kami lupa waktu. Jarum menunjukkan angka 11.30 WITA dan kami bergegas pulang dan sebelum pulang kami tak lupa berpamitan dengan beliau dan tanpa diduga kami juga diberi bingkisan. Begitulah kisah yang paling berharga bagi kami disaat merayakan hari besar bersama keluarga kecil di Asrama Wasaka II.

MENJAGA KESEHATAN DAN TALI PERSAUDARAAN ASRAMA WASAKA II DENGAN FUTSAL

Olahraga merupakan hal yang paling menunjang bagi kebutuhan manusia. Banyak orang melakukan olahraga dengan berbagai cara guna menyegarkan jasmani da rohani. Banyak bidang olah raga yang diminati oleh orang – orang tak terkeculi olahraga futsal. Futsal merupakan olah raga yang biasa di lakuakan di indoor dan outdoor tergantung peminatnya, namun kebanyakan di lakukan di indoor. Futsal baru – baru aja buming pada tahun 2000 – an dan kini sudah meluas di seluruh daerah di indonesia. Kegiatan futsal bisa dilakukan di berbagai waktu seperti pagi, siang, sore maupun malam sekaligus karena kelebihannya yang tidak membutuhkan banyak area. Futsal sendiri sekarang sudah menjadi kebiasaan orang banyak tak terkecuali warga asrama wasaka II.

Futsal sekarang telah menjadi hobi bahkan kebiasaan para penghuni asrama wasaka II yang awalnya kurang menyukai sekarang menjadi hal yang sudah menjadi kebiasaan. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WITA (setealah shalat ashar). Sebelum dimulai lapangan di siram apabila kering sehingga debu tidak berterbangan karena kami bermain futsal itu di outdoor. Kekompakan dan gotong royong yang selalu kami jaga sehingga meski hal kecil seperti ini kekeluargaan kami junjung dengan baik.

Apabila lapangan sudah disiram kami langsung bermain futsal dengan riangnya. Kami bermain futsal tidak hanya untuk mengasah skill saja namun kami lakukan juga guna menjaga kesahatan dan melepaskan penat setelah seharian kuliah. Karena penghuni asram amatlah banyak maka kami bermain secara bergantian sehingga setiap kali gol langsung berganti pemain. Disini juga kami berusaha untuk menjaga tali persaudaraan agar kami bisa saling rukun dan berbagi.

Anugrah berbuka bersama di wasaka

Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah serta ampunan yang amat banyak. Tidak heran bahwa banyak umat muslim menunggu – nunggu bulan yang penuh berkah ini. Begitu juga penghuni asrama wasaka 2 yang begitu antusias menunggu kedatangan bulan yang penuh rahmat ini. Saat bulan ramadhan ini banyak penghuni asrama yang tetap tinggal di asrama wasaka 2 karena para beberapa fakultas masih ujian akhir, sehingga kebanyakan mahasiswa masih tetap tinggal di asrama.

Sebelum memasuki bulan ramadhan semua penghuni asrama bekerjasama dengan warga sekitar untuk mengumpulkan dana. Dana tersebut selanjutnya di gunakan untuk kegiatan buka bersama di mushola attholibin. Dan alhamdulillahnya dana yang terkumpul itu sangatlah besar dan bisa di gunakan hingga kurang lebih satu bulan. Sehingga setiap berbuka kami berbuka bersama di mushal dengan hikmad. Namun beberapa hari setelah memasuki bulan ramadhan kami sendiri mengadakan buka bersama di asrama wasaka 2 bersama dengan warga asrama lain di sekitar banjarbaru. Kegiatan itu di mulai pada tanggal 23 juni yang bertempat di aula wasaka 2. Kegiatan ini di danai oleh beberapa sponsor atau pendukung yang memberikan donatur kepada pengurus. Sehingga kegiatan ini terlaksana secara hikmat dan begitu antusias. Jalan kegiatan ini alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan syair – syair nan merdu sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah itu sambutan dan kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang bertemakan mengenai bulan ramadhan ini.

Setalah adzan berkumandang maka kegiatan ini akhirnya diakhiri degan bacaan hamdalah serta ditutup dengan doa. Kemudian dilanjutkan dengan berbuka bersama di aula. Setelah itu disambung dengan shalat berjamaah di mushola. Dengan rasa bahagianya akhirnya kami bisa menyelesaikan kegiatan ini dengan berbagi bersama warga asrama sekitar.

IDUL ADHA DI TENGAH TEBALNYA ASAP

Idul Adha merupakan suatu peringatan guna mengingat pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap anaknya nabi Ismail yang ketika itu Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anaknya. Namun suatu ketika saat akan menyembelih tiba – tiba spontan Nabi Ismail terganti oleh seekor domba oleh malaikat jibril. Tak heran umat muslim di dunia menandakan hari 10 Dzulhijjah sebagai hari raya Qur’ban. Dengan latar belakang tersebut umat muslim juga berbondong – bondong ke Masjid untuk menunaikan shalat Idul Adha.

Sama seperti tahun sebelumnya penghuni Asrama Wasaka Dua juga sibuk mempersiapkan ke Masjid namun pagi itu kabut asap mulai memenuhi kawasan Banjarbaru. Sekitar jam 6 kami semua mulai berangkat, tentunya kami berangkat berjalan kaki bersamaan. Sebelum brangkat kami mencek kamar – kamar yang belum terkunci agar mengurangi hal negatif yang terjadi seperti kecurian. Kemudian kami berjalan menyusuri jalan menuju lapangan bola Universitas Lambung Mangkurat karena di masjid Al – Baitar tidak digunakan karena takut kelebihan kapasitas. Kami pun juga di temani oleh suara takbir yang berkumandang seraya membangunkan semua makhluk.

Selanjutnya setelah shalat idul adha kami pun bergegas pulang karena masih banyak kegiatan pribadi di asrama, namun selang beberapa menit kami sampai ternyata kami dapat sms dari bu RT untuk datang kerumahnya. Seperti Idul Fitri, kami pun langsung bergegas menuju kediaman beliau. Sampainya disana kami di suguhi kue – kue kecil lalu kami pun juga di temani secangkir teh. Semabari kami makan kue dan minum teh, ibu RT sibuk mempersiapkan makanan untuk kami. Bau harup dari makan itupun tercium sampai depan hingga perut kami terasa berdering kencang tapi kami janggal dengan makanan kecil tadi. Separuh jam pun berlalu akhirnya makanan udah siap saji dan kami dipersilahkan makan oleh bu RT. Dilihat dari baunya ternyata soto banjar yang telah di siapkan dari tadi dan kemudian kami lahap.

Tak sampai seperempat jam kami makanan kami habiskan dengan sigap dan kami langsung pamit ijin pulang, karena kami ingin menukar kupon daging di beberapa masjid di banjar baru ini. Sesampainya di asrama kami pun bergegas ambil kupon dan berangkat untuk menukar kupon dengan daging. Alhasil kami mendapatkan kurang lebih 8 kg daging dari 6 kupon yang kami dapat. Sampai – sampai koki kita (Mr. Solikin) bingung mau diolah apa daging ini. Dan akhirnya daging tersebut diolah sate, sup dan juga rendang. Kami pun berbagi tugas guna menyelesaikan masakan tersebut dengan tepat waktu. Hingga kurang lebih 3 jam masakan pun matang dan siap untuk di santap, namun kita tak bisa langsung menyantapnya karena kami sepakat bahwasannya makanan itu kami lahap setelah yasinan.

Begitulah romansa tinggal di asrama wasaka dua bigitu nyaman dan saling mengerti sama lain.

Ini cerita kami, mana crita kalian.

Biogas di tanah Wasaka

Akhir – akhir abad ini banyak sekali kemajuan – keajuan diberbagai bidang, seperti bidang teknologi, bidang sains dan masih banyak lagi. Tentunya kemajuan ini masi belum di imbangi dengan pertumbuhan penduduk yang sangat berkembang cepat. Ditambah lagi engan adanya pasar global yang menjadikan berbagai negara mulai bersaing dari berbagai bidang di dunia usaha. Tak tanggung – tanggung sekarang di Indonesia ini merupakan negara terpadat nomor tiga di dunia mengalahkan negara maju lainnya. Namun dengan dampak ini bangsa indonesia tetap berusaha untuk bersaing di manca dunia. Banyak juga para pemuda yang mulai bereksperimen untuk menciptakan sesuatu, sehingga muncul penemuan baru guna kemajuan bangsa. Karena di dunia juga mulai menipisnya energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan sebagainya. Seperti misal sekarang sudah mulai diterapkan berbagai energi alternatif yang telah bnyak di temukan anak bangsa seperti minyak dari biji jarak dan masih banyak lagi.
Diasrama wasvaka II ini sendiri mulai melakukan pembuatan energi alternatif yaitu biogas. Biogas merupakan energi yang sangat mudah di dapat di sekitar asrama wasaka II. Kami bekerja sama dengan fakultas teknik membangun penampungan gas. Biogas ini kami buat dengan menggunakan kotoran serta dedaunan yang sudah kering dan yang sudah dicampur dengan bakteri. Kami pun juga saling berkoordinasi untuk saling manjaga dan membangun tempat gas tersebut. Meski baru pembuatan awal tapi kami berharap semoga setelah pembangunan ini dan pegisian tabungnya biasa lancar gas yang keluar.

Rapat Anggota Asrama Wasaka II

Rapat adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menyelesaikan suatu masala dengan pencapaian solusi menyamakan pendapat atau mufakat. Dengan adanya rapat semua masalah akan bisa di selesaikan bersama tanpa akan adanya timbul masalah baru setelah rapat selesai. Sekelompok orang tersebut akan berkumpul kemudian akan membentuk forum yang telah di sepakati mengenai tugasnya. Pada dasarnya rapat itu diadakan untuk mencapai persamaan persepsi, strategi, tujuan serta merencanakan langkah-langkah yang akan diambil oleh manajemen. Rapat sendiri terdiri atas beberapa jenis, tergantung cara pandang atau segi peninjauannya. Bahkan setiap organisasi yang ada terlihat banyak melakukan rapat demi mempersatukan suatu gagasan, tujuan dan cita dalam satu tujuan dan semangat bersama.

Begitu pula dengan penghuni asrama wasaka dua yang mungkin tidak asing dengan adanya rapat yang sering diadakan secara berkala. Di dalam asrama wasaka sendiri juga mengajarkan sebagaimana anggotanya dalam berorganisasi. Karena adanya intelektual yang baik dan kemampuan berorganisasi yang tinggi terhadap penghuni asrama wasaka dua maka kami sering berbagi presepsi dan kemudian kami satukan dalam satu kesepakatan bersama. Dengan adanya alasan dan tujuan tertentu rapat rutin tiap tahunnya selalu diadakan bahkan lebih dari tiga kali rapat besar di lakukan di asrama. Rapat ini dilakukan demi pencapaian keputusan bersama dilakukan dengan menganalisis masalah, mencari solusi dan menyamakan pemikiran dalam rapat. Pengadaan rapat sering dilakukan pada malam hari sampai sampai dengan selesai namun apabila belum selesai maka akan di lanjutkan minggu depan.

Tentunya dalam pengadaan rapat pasti ada peraturan yang bertujuan memberikan kelancaran jalannya rapat tersebut. Sebelum di laksanakannya sebuah rapat anggota dan demi lancarnya jalan rapat maka dibacakannya peraturan dan kemudian pemenuhan kaouta apakah mencukupi ataupun tidak. Setelah itu bagi yang tidak hadir akan di kenakan sanksi tersendiri. Dalam rapat anggota asrama wasaka dua ini mengacu pada musyawarah jadi dalam rapat tidak mengenal voting, namun apabila terjadi permasalahan yang alot maka akan di lakukannya loby dengan waktu yang telah di sepakati oleh rapat tersebut. Rapat Asrama Wasaka Dua biasanya dilaksanakan mulai pukul 21.00 WITA dan selesainya itu tidak menentu, tergantung masalah yang sedang di rapatkan tersebut. Karena adanya banyak perbeedaan pendapat inilah rapat menjadi lama selesai. Setelah mendapatkan kesimpulan dan pemikiran yang sama maka rapat ditutup. Setelah itu peserta rapat menyantap hidangan yang telah dipersiapkan oleh pengurus Asrama Wasaka Dua.